ANNELIDA
Pengertian
Annelida (dalam bahasa latin, annulus =
cincin) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh bersegmen.
Berbeda dengan Platyhelminthes dan
Nemathelminthes, Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki
rongga tubuh sejati (hewan selomata). Namun Annelida merupakan hewan yang
struktur tubuhnya paling sederhana.
Annelida (juga disebut
"cacing cincin"), secara resmi disebut Annelida (dari Latin anellus "sedikit
tapi besar cincin" ), adalah besar filum dari
segmented worms , dengan lebih
dari 17.000 spesies modern termasuk ragworms , cacing tanah dan lintah . Mereka
ditemukan di lingkungan laut dari zona pasang surut sampai ventilasi hidrotermal , di air tawar,
dan di lingkungan terestrial lembab. Mereka adalah bilateral simetris,
triploblastic, organisme coelomate. Mereka memiliki parapodia untuk bergerak. Meskipun
sebagian besar buku pelajaran masih menggunakan pembagian tradisional
menjadi polychaetes (hampir semua
laut), Oligochaeta (termasuk
cacing tanah) dan spesies seperti lintah, penelitian sejak tahun 1997 telah
secara radikal mengubah skema ini, melihat lintah sebagai sub-kelompok
Oligochaeta dan Oligochaeta sebagai sub-kelompok polychaetes. Selain itu,Pogonophora , Echiura dan Sipuncula , sebelumnya
dianggap sebagai filum terpisah, sekarang dianggap sebagai sub-kelompok
polychaetes. Annelida dianggap anggota Lophotrochozoa , sebuah
"super-filum" dari protostomes yang juga
mencakup moluska , brachiopoda , cacing pipih dan nemerteans .
Ciri umum :
a.
tubuhnya beruas-ruas seperti cincin (bersegmen yang disebut metameri) dan
dilapisi oleh kutikula
b.
triploblastik, coelmate
c.
eumetazoa, simetri bilateral
d.
bersifat hermafrodit
f.
sistem pencernaan sempurna
g.
sistem ekskresinya berupa Nefridium
h.
sistem peredaran darah tertutup
i.
sistem pernapasan dilakukan secara difusi dengan seluruh tubuhnya
j.
sistem saraf berupa gonglion otak dihubungkan dengan tali saraf longitudinal
Cara hidup dan
habitat
Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia. Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang segaian hidup di tanah atau tempat-tempat lembab.Annelida hidup diberbagai tempat dengan membuat liang sendiri.
Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia. Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang segaian hidup di tanah atau tempat-tempat lembab.Annelida hidup diberbagai tempat dengan membuat liang sendiri.
Reproduksi
Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet. Namun ada juga yang bereproduksi secara asexual yaitu fragmentasi, yang kemudian beregenerasi. Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris).
Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet. Namun ada juga yang bereproduksi secara asexual yaitu fragmentasi, yang kemudian beregenerasi. Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris).
Karena
Annelida tergolong hermafrodit maka reproduksinya dilakukan dengan cara
peleburan sel sperma dan ovum dengan menggunakan klitelum sebagai organ
kopulasi dan membentuk cocon ( kepompong) untuk melindungi telurnya.
|
Annelida
|
|
|
Glycera sp.
|
|
|
Raya:
|
|
|
Superfilum:
|
|
|
Filum:
|
Annelida
|
|
Kelas dan subclass
|
|
|
Kelas Polychaeta ( paraphyletic ?)
Kelas Clitellata (lihat di bawah ) Oligochaeta - cacing tanah , dll Branchiobdellida Hirudinea - lintah Kelas Myzostomida Kelas Archiannelida ( polifiletik ) Kelas Echiura (sebelumnya sebuah divisi terpisah) |
|
Klasifikasi
Hanya ada 1.700 spesies annelida hidup
spesies annelida, ukuran mulai dari mikroskopis ke Australia cacing tanah raksasa Gippsland dan Amynthas
mekongianus (Cognetti, 1922), yang keduanya dapat tumbuh hingga 3
meter (9,8 kaki) panjang . Meskipun penelitian sejak tahun 1997 telah
secara radikal mengubah pandangan para ilmuwan tentang pohon keluarga
evolusioner dari annelida, sebagian besar buku pelajaran menggunakan
klasifikasi tradisional ke dalam sub-kelompok berikut:
•
Polychaetes (sekitar 12.000
spesies ). Seperti namanya, mereka memiliki beberapa chetae
("rambut") per segmen. Polychaetes memiliki parapodia fungsi yang
sebagai anggota badan, dan organ nuchal ("nuchal"
berarti "di leher") yang dianggap chemosensors .
Sebagian besar hewan laut, meskipun beberapa spesies hidup di air tawar
dan bahkan lebih sedikit di atas tanah .
•
Clitellates (sekitar 10.000
spesies ). Ini memiliki sedikit atau tidak ada chetae per segmen, dan
tidak ada organ nuchal atau
parapodia. Namun, mereka memiliki organ reproduksi yang unik, berbentuk
cincin clitellum (" pak pelana ") putaran
tubuh mereka, yang menghasilkan kepompong yang menyimpan
dan memelihara telur dibuahi sampai menetas atau, dalam moniligastrids,
telur yolky yang memberikan nutrisi untuk embyros. Clitellates sub-dibagi
menjadi:
•
Oligochaeta ("dengan
beberapa rambut"), yang meliputi cacing tanah . Oligochaeta
memiliki pad lengket di langit-langit mulut. Sebagian besar adalah
burrowers yang memakan seluruhnya atau sebagian membusuk bahan organik .
•
Hirudinea , yang namanya
berarti " lintah berbentuk
"dan yang paling terkenal adalah anggota lintah. spesies laut
sebagian besar penghisap darahparasit , terutama pada
ikan, sedangkan spesies air tawar yang paling adalah predator. Mereka
memiliki pengisap di kedua ujungnya tubuh mereka, dan menggunakan ini untuk
bergerak agak seperti inchworms .
•
Archiannelida , annelida yang
hidup di ruang antara butir laut sedimen , diperlakukan
sebagai terpisah kelas karena struktur
tubuh yang sederhana mereka, tetapi sekarang dianggap sebagai
polychaetes. [10] Beberapa kelompok
lain hewan telah diklasifikasikan dalam berbagai cara , namun saat ini sudah
banyak dianggap sebagai annelida:
•
Pogonophora
/ Siboglinidae pertama kali
ditemukan pada tahun 1914, dan kurangnya usus dikenali membuatnya sulit untuk
mengklasifikasikan mereka. Mereka telah diklasifikasikan sebagai
terpisah filum , Pogonophora,
atau sebagai dua filum, Pogonophora dan Vestimentifera . Baru-baru
ini mereka telah kembali diklasifikasikan sebagai keluarga , Siboglinidae,
dalam polychaetes.
•
Echiura memiliki
kotak-kotak taksonomi sejarah: pada
abad ke-19 mereka ditugaskan untuk filum "Gephyrea", yang sekarang
kosong karena anggotanya telah ditugaskan untuk filum lain, yang Echiura yang
selanjutnya dianggap sebagai Annelida sampai tahun 1940-an, ketika mereka
diklasifikasikan sebagai filum di kanan mereka sendiri, tetapi filogenetik molekuler . analisis pada
tahun 1997 menyimpulkan bahwa Echaiurans adalah Annelida
•
Myzostomida hidup di crinoids dan
lainnya echinodermata , terutama
sebagai parasit. Di masa lalu mereka telah dianggap sebagai kerabat dekat
dari trematoda cacing pipih atau daritardigrades , tetapi pada
tahun 1998 itu menyarankan bahwa mereka adalah sub-kelompok
polychaetes. Namun, analisis lain pada tahun 2002 menyarankan bahwa
myzostomids lebih erat terkait dengan cacing pipih atau rotifera dan acanthocephales .
Polychaeta
CIRI – CIRI
- Karnivora, memakan sisa-sisa organisme,
plankton, dll
-
System gerak dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan parapodia dan dengan otot
membujur atau melingkar yang bekerja secara antagonis
-
Umumnya hidup bebas, dalam pasir atau menggali batu- batu di daerah pasang
surut air laut
-Tubuhnya dilapisi kutikula sehingga licin dan
kaku
- Tubuhnya bersegmen-segmen, tiap segmen
dilengkapi parapodia (kaki).
Parapodia merupakan alat gerak yg berupa
tonjolan berdaging mengandung kapiler-kapiler darah, berkulit tipis, dan
ditumbuhi rambut. Alat ini pun berperan sebagai alat pernapasan (insang).
Setiap parapodia memliki setae kecuali pada segmen terakhir
-Reproduksi secara seksual
membentuk gamet. Gamet
betina yang telah dibuahi oleh gamet jantan akan berkembang menjadi larva
(trokhopor).
- Tubuhnya berwarna menarik, seperti ungu
kemerah- merahan.
- Cacing ini tidak mempunyai sadel (klitelum)
Contoh :
Eunice viridis (cacing wawo)
Lysidice oele (cacing palolo)
Nereis virens (kelabang laut)
Olygochaeta
CIRI – CIRI
-
Mempunyai klitelium yang berfungsi sebagai perkembangkbiakan
- Tidak mempunyai parapodia
-
Terdapat beberapa setae pada tiap ruas tubuhnya - Umumnya hidup ditanah, air
tawar
- Dapat menyuburkan tanah, dengan cara
menggemburkan tanah dengan memakannya kemudian dikeluarkan kembali bersama
fosfor lalu tanah menjadi subur
- Tubuhnya dari kitin
- Bersifat hermaphrodit
Conto hewan :
Lumbricus terrestris (cacing tanah di Eropa dan Amerika)
Pheretima posturna (cacing tanah di
Asia)
Pheretima musica (Cacing Sondari)
Hirudinea
CIRI – CIRI
- Bentuk tubuhnya pipih dan segmen-segmennya
jelas
- Tubuh tidak tertutup kutikula
-Banyak terdapat di air tawar, air laut atau
di darat,
- Memiliki alat penghisap (sucker) pada bagian
anterior dan posterior yang berguna untuk mengisap darah dan melekatkan diri
pada tubuh mangsanya.
-Pada saat merobek tubuh inang, lintah
mengeluarkan zat anestetik (Penghilang rasa sakit).
-Selama menghisap, darah tidak akan membeku
karena lintah menghasilkan zat anti pembeku darah
(antikoagulan)
- Saluran pencernaannya terdiri atas usus yang
memiliki tonjolan membentuk kantung-kantung sehingga cukup banyak darah yang
dapat disimpan di kantung usus tersebut.
-Tergolong hewan hermafrodit, lubang genetalia
jantan terletak di muka lubang genetalia betina
Sistem pencernaan
terdiri dari mulut, faring, tembolok, lambung, rektum, anus. Anus
terletak pada bagian dorsal.
Peredaran darah
tertutup
Pernafasan
berlangsung melalui kulit.
Pengeluaran (eksresi)
melalui nefridium yang terdapat pada setiap segmen.
Hewan ini mempunyai
kelenjar ludah yang mnghasilkan sekret yang mengandung bahan anti koagulasi
(mencegah pembekuan darah) dinamakan Hirudin.
Bersifat parasit, predator, pemakan bangkai
Contoh : Hirudo medicinalis (lintah),
Haemadipsa zeylarica ( pacet)
Peranan Annelida Bagi
Kehidupan
- Annelida
berperan sebagai detrivor di ekosistem
- Memakan
organisme hidup yang ada di dalam tanah dengan cara menggali tanah
sehingga bermanfaat dalam menggemburkan tanah.
- Bernilai
ekonomis karena dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak (Tubifex dan
Pheretima)
- Bahan
kosmetik dan obat (ada yang memanfaatkan cacing tanah untuk mengobati
penyakit thypus).
- Lintah
menghasilkan zat hirudin atau zat antikoagulan atau zat anti pembekuan
darah.
- Cacing
palolo dan cacing wawo dimanfaatkan sebagian masyarakat di Maluku sebagai
makanan.
Struktur Tubuh
Pembuluh darah,
sistem ekskresi,
dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling
berhubungan menembus septa.
Rongga tubuh Annelida
berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan annelida dan sekaligus
melibatkankontraksi otot.
Ototnya terdiri dari
otot melingkar (sirkuler) dan otot memanjang
(longitudinal). Sistem pencernaan annelida sudah lengkap, terdiri dari
mulut, faring, esofagus (kerongkongan), usus, dan anus.
System
gerak dengan menggunakan konstraksi otot– otot tubuh atau dengan menggunakan
rambut halus pada
kulitnya (setae).
Sistem saraf annelida
adalah sistem saraf tanggatali. Gonglion otak terletak di depan faring pada
anterior.
Dinding tubuh, chetae dan
parapodia
4 Otot
melingkar
5 Otot
longitudinal
!["Cross-Bagian tidak melalui annelida Khas [6] [10]" http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/75/Annelid_Cross-sect_02.png/250px-Annelid_Cross-sect_02.png](file:///C:/Users/Okta/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.gif)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar