Jumat, 28 Februari 2014

Macam-Macam Sistem Ekonomi


1. Berdasarkan yang mengatur mekanisme dapat dibedakan menjadi 4 bagian yaitu :

1.      Sistem Ekonomi Tradisional

2.      Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)

3.      sistem ekonomi Komando (Terpusat)

4.      Sistem Ekonomi Campuran 

2. Berdasarkan yang mengatur kepemilikan Aset :

1.      Sistem Ekonomi Kapitalis

2.      Sistem Ekonomi Sosialis

3.      Sistem Ekonomi Campuran
 

Penjelasan dari masing-masing Sistem Ekonomi : 

1. Sistem Ekonomi Tradisional :

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja. 

Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :

1.      Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana

2.      Hanya sedikit menggunakan modal

3.      Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)

4.      Belum mengenal pembagian kerja

5.      Masih terikat tradisi

6.      Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
 

-Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional :

1.      Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat

2.      Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul

3.      Tidak individualistis 

-Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional :

1.      Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah

2.      Mutu barang hasil produksi masih rendah 

2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)

Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.”

Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :

1.      Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal

2.      Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya

3.      Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba

4.      Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)

5.      Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar

6.      Persaingan dilakukan secara bebas

7.      Peranan modal sangat vital 

-Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar yaitu :

1.      Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi

2.      Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi

3.      Munculnya persaingan untuk maju

4.      Barang yang dihasilkan bermutu tinggi

5.      Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba

-Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar :

1.      Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan

2.      Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal

3.      Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat

4.      Sering terjadi gejolak dalam perekonomian

3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)

Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.

Ciri dari sistem ekonomi Komando adalah :

1.      Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah

2.      Hak milik perorangan tidak diakui

3.      Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian

4.      Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah

-Kelebihan Sistem Ekonomi Komando :

  • Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
  • Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
  • Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
  • Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
  • Jarang terjadi krisis ekonomi
-Kekurangan Sistem Ekonomi Komando :

  • Mematikan inisiatif individu untuk maju
  • Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
  • Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya

4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. 

Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :

  • Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
  • Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
  • Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
  • Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

-Kebaikan sistem ekonomi campuran

  • Kebebasan berusaha

  • Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas

  • Lebih mementingkan umum dari pada pribadi

-Kelemahan sistem ekonomi campuran

  • Beban pemerintah berat dari pada beban swasta

  • Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan


5. Sistem Ekonomi Kapitalis

Sistem Ekonomi Kapitalis adalah system ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian. Dalam system ini pemerintah dapat ikut campur atau tidak sama sekali dalam system ekonomi ini.


Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis :

  • Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
  • Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu
  • Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
  • Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
  • Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga.
  • Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang mengatur perekonomian menjadi efisien.
  • Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba

-Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis :

1.      Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.

2.      Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.

3.      Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.


-Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis :

1.      Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.

2.      Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas  (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).

 

6. Sistem Ekonomi Sosialis

Suatu sistem yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.

Ciri-ciri Sistem ekonomi sosialis :

  • Lebih mengutamakan kebersamaan
  • Peran pemerintah aktif
  • Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

-Kelebihan sistem ekonomi Sosialis :

1.      Disediakannya kebutuhan pokok oleh pemerintah

2.      Kegiatan ekonomi didasarkan perencanaan negara

3.      Produksi dikelola oleh Negara

- Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis :

1.      Sulit melakukan transaksi

2.      Membatasi kebebasan

3.      Mengabaikan pendidikan moral


7. SISTEM EKONOMI INDONESIA

Sistem  ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah.


Ciri-ciri utama sistem ekonomi Indonesia:

1.        Landasan pokok perekonomian Indonesia adalah pasal 33 UUD 1945.

2.        Demokrasi ekonomi menjadi dasar kehidupan perekonomian Indonesia dengan ciri-ciri positif sebagai berikut:

a.   Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas azas kekeluargaan.

b.   Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang  menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

c.  Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

d.   Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi dengan prinsip kebersamaa, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

e.   Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan untuk pemufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat.

f.    Adanya kebebasan bagi rakyat untuk memilih pekerjaan yang dikehendaki dan penghidupan yang layak.

g.   Pengakuan terhadap hak milik perorangan asalkan pemanfaatannya tidak mengganggu kepentingan orang banyak.

h.   Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.

h.   Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara negara.

3.   Dalam pelaksanaannya, demokrasi ekonomi di Indonesia harus menghindari ciri-ciri negatif sebagai berikut:

a.   Sistem free fight liberalism yaitu kebebasan yang dapat menimbulkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain.

b.   Sistem etatisme yaitunegara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.

c.   Monopoli yaitu pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok yang merugikan masyarakat.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada lima ciri utama sistem ekonomi Pancasila yaitu:

1.         Peranan dominan koperasi bersama dengan perusahaan negara dan perusahaan swasta.

2.         Manusi dipandang secara utuh, bukan semata-mata makhluk ekonomi tetapi juga makhluk sosial.

3.         Adanya kehendak sosial yang kuat ke arah egalitaririanisme atau pemerataan sosial.

4.         Prioritas utama terhadap terciptanya suatu perekonomian nasional yang tangguh.

5.         Pelaksanaan sistem desentralisasi diimbangi dengan perencanaan yang kuat sebagai pemberi arah bagi perkembangan ekonomi.

 
Sejak bergulirnya reformasi 1998, di Indonesia mulai dikembangkan sistem ekonomi kerakyatan, di mana rakyat memegang peranan sebagai pelaku utama namun kegiatan ekonomi lebiih banyak didasarkan pada mekanisme pasar. Pemerintah mempunyai hak untuk melakukan koreksi pada ketidaksempurnaan dan ketidakseimbangan pasar.

 
Ciri-ciri ekonomi kerakyatan diantaranya adalah sebagai berikut :

1.        Berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat

2.   Memperhatikan pertumbuhan ekonomi, kepentingan sosial, dan nilai keadilan serta kualitas hidup

3.   Mewujudkan pembangungan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan

4.   Menjamin kesempatan bekerja dan berusaha

5.   Memperlakukan seluruh rakyat secara adil

 
PERANAN PEMERINTAH DALAM SISTEM EKONOMI INDONESIA

Dalam sistem perekonomian Indonesia pemerintah memiliki peranan yang cukup besar yaitu sebagai pelaku sekaligus sebagai pengatur kegiatan ekonomi. Secara garis besar peranan pemerintah dalam perekonomian sebagai berikut:

1.      Pemerintah berperan dalam mengalokasikan sumber-sumber ekonomi secara efisien.

2.      Pemerintah berperan dalam distribusi pendapatan dari golongan mampu ke golongan kurang mampu.

3.      Pemerintah berperan dalam menstabilkan perekonomian.

NAMA LATIN DAN INDONESIA HEWAN DAN TUMBUHAN


TUMBUHAN
1.    Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
2.    Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
3.    Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
4.    Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
5.    Cempaka Putih (Michelia alba)
6.    Cempaka Kuning (Michelia champaka)
7.    Cempaka Telor (Magnolia coco)
8.    Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
9.    Kenanga (Cananga odorata)
10.  Melati Gambir (Jasminum pubescens)
11.  Melati Putih (Jasminus sambac)
12.  Nibung (Oncosperma tigillarium)
13.  Ciplukan (Physalis angulata)
14.  Gambir (Uncaria gambir)
15.  Mengkudu (Morinda citrifolia)
16.  Sirih (Piper betle)
17.  Zodia (Evodia suaveolens)
18.  Alpukat (Persea americana)
19.  Apel (Pyrus malus)
20.  Belimbing Manis (Averrhoa carambola)
21.  Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
22.  Ceremai (Phyllanthus acidus)
23.  Delima (Punica granatum)
24.  Durian (Durio zibethinus)
25.  Duwet (Syzygium cumini)
26.  Gayam (Inocarpus fagiferus)
27.  Jambu Air (Eugenia aquea)
28.  Jeruk Manis (Citrus sinensis)
29.  Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
30.  Kasturi (Mangifera casturi)
31.  Kawista (Limonia acidissima)
32.  Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)
33.  Kemang (Mangifera kemanga)
34.  Kelapa (Cocos nucifera)
35.  Kepa (Syzygium polycephalum)
36.  Kepel (Stelechocarpus burahol)
37.  Kersen (Muntingia calabura)
38.  Korma rawa (Phoenix paludosa)
39.  Lontar (Borassus flabellifer)
40.  Mangga (Mangifera indica)
41.  Manggis (Garcinia mangostana)
42.  Matoa (Pometia pinnata)
43.  Menteng (Baccaurea racemosa)
44.  Mundu (Garcinia dulcis)
45.  Nam Nam (Cynometra cauliflora)
46.  Nangka (Artocarpus heterophyllus)
47.  Pisang (Musa paradisiaca)
48.  Pepaya (Carica papaya)
49.  Rambutan (Nephelium lappaceum)
50.  Salak (Salacca zalacca)
HEWAN


1.    Anjing atau Dog (Canis lupus familiaris)

2.    Anoa Pegunungan atau Mountain Anoa (Bubalus quarlesi)

3.    Anoa Dataran Rendah atau Lowland Anoa (Bubalus depressicornis)

4.    Babirusa atau Babiroussa (Babyrousa babirussa)

5.    Bajing Hitam atau Black-striped Squirrel (Callosciurus nigrovittatus)

6.    Bajing Kelapa atau Plantain squirrel (Callosciurus notatus)

7.    Bajing Tanah atau Three-striped Ground Squirrel (Lariscus insignis)

8.    Bajing Terbang Ekor Merah atau Javanese Flying Squirrel (Iomys horsfieldi)

9.    Badak Jawa atau Javan rhino (Rhinoceros sondaicus)

10.  Badak Sumatera atau Sumatran rhino (Dicerorhinus sumatrensis)

11.  Banteng (Bos javanicus)

12.  Bekantan atau Long-Nosed Monkey (Nasalis larvatus)

13.  Beruang Madu atau Sun Bear (Helarctos malayanus)

14.  Beruk Mentawai atau Pagai Macaque (Macaca pagensis)

15.  Binturung atau Binturong (Arctictis binturong).

16.  Cecurut rumah atau Asian House Shrew (Suncus murinus)

17.  Domba atau Sheep (Ovis aries)

18.  Duyung atau Dugong (Dugong dugon)

19.  Gajah Sumatera atau Asian Elephant (Elephas maximus sumatranus)

20.  Harimau Bali atau Bali Tiger (Panthera tigris balica)

21.  Harimau Jawa atau Javan Tiger (Panthera tigris sondaica).

22.  Harimau Sumatera atau Sumatran Tiger (Panthera tigris sumatrae)

23.  Hiu Tutul atau Whale Shark (Rhincodon typus).

24.  Jelarang atau Black Giant Squirrel (Ratufa bicolor)

25.  Kambing Hutan Sumatera atau Sumatran Serow (Capricornis sumatraensis)

26.  Kambing Ternak atau Domestic Goat (Capra aegagrus hircus)

27.  Kancil atau Pelanduk atau Java Mouse-deer (Tragulus javanicus)

28.  Kancil Napu atau Greater Mouse-deer (Tragulus napu)

29.  Kanguru Pohon Mantel Emas atau Golden-mantled Tree Kangaroo (Dendrolagus pulcherrimus)

30.  Kelinci Jawa atau Black-naped Hare (Lepus nigricollis)

31.  Kelinci Sumatera atau Sumatran Striped Rabbit (Nesolagus netscheri)

32.  Kera Hitam Sulawesi atau Celebes Crested Macaque (Macaca nigra)

33.  Kerbau atau Asian Water Buffalo (Bubalus bubalis)

34.  Kijang atau Red Muntjac (Indian Muntjac)

35.  Kucing atau Cat (Felis catus)

36.  Kucing Bakau atau Fishing Cat (Felis viverrinus)

37.  Kucing Emas atau Asian Golden Cat (Felis temmincki)

38.  Kucing Hutan atau Leopard Cat (Prionailurus bengalensis)

39.  Kucing Merah atau Borneo Bay Cat (Pardofelis badia)

40.  Kubung atau Sunda Flying Lemur (Cynocephalus variegatus)

41.  Kukang Besar atau Greater Slow Loris (Nycticebus coucang)

42.  Kukang Borneo atau Bornean Slow Loris (Nycticebus menagensis)