MANFAAT WUDHU DAN SHOLAT DARI SEGI KESEHATAN MODERN
Dr. Bahar
Azwar, SpB-Onk, seorang dokter spesialis bedah-onkologi ( bedah tumor ) lulusan
FK UI dalam bukunya “ Ketika Dokter Memaknai Sholat “ mampu menjabarkan makna
gerakan sholat. Bagaimana sebenarnya manfaat sholat dan gerakan-gerakannya
secara medis? Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya
telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita.
Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki
makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan
keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang
memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang
kedua ini.
WUDHU
a. Manfaat secara umum
Kulit merupakan
organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta
melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu
tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui
pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas,
sentuhan secara tekanan.
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban.
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban.
Bersuci
merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban
kulit.
Kalau kulit
sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah
terinfeksi kuman. Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan
pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan
dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita
ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal,
diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes,
Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung
terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp,
Hemophilus sp.
Seorang ahli
bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi
sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad
ke-20,sebagaimana kita tahu jepang membutuhkan 100 tahun untuk membiasakan cuci
tangan, kapanye2 cuci tangan juga sedang gencar2nya di media massa, padahal
umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa!
b. Keutamaan
Berkumur –kumur
Berkumur –kumur
berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di
antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau
menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan
berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita
sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut.
Penelitian
modern membuktikan bahwa berkumur dapat menjaga mulut dan tenggorokan dari
radang dan menjaga gusi dari luka. Berkumur juga dapat menjaga dan membersihkan
gigi dengan menghilangkan sisa-sisa makanan yang terdapat di sela-sela gigi
setelah makan. Manfaat berkumur lainnya yg juga penting adalah menguatkan
sebagian otot-otot wajah dan menjaga kesegarannya. Berkumur merupakan latihan
penting yang diakui oleh pakar dalam bidang olahraga, karena berkumur jika
dilakukan dengan menggerakkan otot-otot wajah dengan baik dapat menjadikan jiwa
seseorang tenang.
c. Istinsyaq
Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui
rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk
mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga
kuman.Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis
pertahanan pertama pernapasan.
Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran
pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.
Penelitian ilmu
modern yang dilakukan oleh tim kedokteran Universitas Aleksandria membuktikan
bahwa kebanyakan orang yg berwudhu secara kontinyu, maka hidung mereka bersih
dan bebas dari debu, bakteri dan mikroba. Tidak diragukan lagi bahwa lubang
hidung merupakan tempat yg rentan dihinggapi mikroba dan virus, tetapi dengan
membasuh hidung secara kontinyu den melakukan istinsyaq (memasukan dan
mengeluarkan air ke dan dari hidung di saat berwudhu), maka lubang hidung
menjadi bersih dan terbebas dari radang dan bakteri, dan ini mencerminkan
kesehatan tubuh secara keseluruhan. Proses ini dapat menjaga manusia akan
bahaya pemindahan mikroba dari hidung ke anggota tubuh yg lain
d. Membasuh Wajah dan Kedua Telapak Tangan
Membasuh wajah
dan kedua telapak tangan sampai ke siku memiliki manfaat yang sangat besar
dalam menghilangkan debu dan mikroba, lebih dari membasuh hidung. Membasuh
wajah dan kedua telapak tangan sanpai ke siku juga daat menghilangkan keringat
dan permukaan kulit dan membersihkan kulit dari lemak yg dipartisi oleh
kelenjar kulit, dan ini biasanya menjadi tempat yg ideal untuk berkembang
biaknya bakteri.
Begitu pula
dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki
yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih
menjadi masalah terbesar di negara kita
e. Membasuh Kedua Telapak Kaki
Membasuh kedua
telapak kaki dengan memijat secara baik danpat mendatangkan perasaan tenang dan
nyaman, karena telapak kaki merupakan cerminan seluruh perangkat tubuh. Orang
yang berwudhu seakan-akan memijat seluruh tubuhnya satu-persatu, padahal ia
hanya membasuh kedua telapak kakinya dengan air dan memijatnya dengan baik. Ini
merupakan salah satu rahasia timbulnya perasaan tenang dan nyaman yang
dirasakan oleh seorang muslim setelah berwudhu.
MANFAAT GERAKAN SHOLAT
Shalat ternyata tidak hanya
menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan- gerakan shalat paling
proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah
gudang obat dari berbagai jenis penyakit.
Shalat
adalah ibadah ruhiyah sekaligus ibadah jasadiyah. Selain mampu membentuk jiwa
menjadi dekat dengan Allah serta mencegah perbuatan keji dan mungkar, shalat
juga mengandung banyak manfaat ditinjau dari aspek kesehatan.
Ibadah shalat merupakan ibadah
yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan
di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya:
a.
Berdiri lurus
Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan
menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. Gerakan shalat ini melatih sikap tubuh
dan membantu kerja jantung dalam mengantarkan darah beserta komponennya ke
seluruh tubuh, khususnya organ bagian bawah.
b. Takbiratul Ikhram
Takbir merupakan latihan awal pernapasan, Paru-paru
adalah alat pernapasan, Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun
dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan
ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada
(abductor) dan mendekatkannya (adductor). Takbir berarti kegiatan mengangkat
lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya
paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga
aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar.
Berdiri
tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut
atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah,
getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak
memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua
tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancer.
Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap
ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian
c.
Ruku’
Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah
bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan
semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan
dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan
tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain
itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan
prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan
penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan
melancarkan kemih. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan
menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.
Ruku’
yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan
segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus
dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan
posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh
dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal
pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk
merelaksasikan otot- otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana
latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.
Gerakan shalat membungkuk membentuk
sudut 90 derajat dengan tangan memegang lutut ini menggerakkan otot punggung,
perut dan persendian tulang belakang untuk mencegah dan mengobati
penyakit-penyakit persendian. Pada saat ruku’ seseorang mengejan sehingga
memberikan efek peningkatan tonus parasimpatis yang akan menyeimbangkan
sistem saraf otonom.
Ruku’ yang benar akan mencegah serta mengobati nyeri punggung, spondilitis, serta spasme otot perut dalam dan otot-otot punggung.
Ruku’ yang benar akan mencegah serta mengobati nyeri punggung, spondilitis, serta spasme otot perut dalam dan otot-otot punggung.
d. I’tidal
Bangun
dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi
telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud.
Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan.
Pada saat I’tidal dilakukan, organ- organ pencernaan di dalam perut mengalami
pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan
pencernaan.
Gerakan shalat shalat ini meningkatkan
fleksbilits otot punggung dan sendi tulang belakang, rongga dada serta anggota
gerak atas.
e.
Sujud
Sujud Mencegah Wasir, mengalirkan getah bening dari
tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan
sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher.
Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir.
Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan
tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat
Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud. Selain itu
sujud adalah manifestasi ketotalan kita dalam berpasrah diri kepada Allah,
bahwa manusia adalah mahluk yang lemah, seorang hamba yang sudah bisa menikmati
sholatnya, maka jiwanya dalam titik nol, dalam kondisi yang paling pasrah dan
stabil, seseorang yang dilanda stres akan terlepas segala beban di jiwa dalam
posisi ini.selain secara fisik otot2 leher yang kaku karena stres akan diulur,
sehingga seorang hamba yang beriman dan pandai memaknai sholatnya tidak akan
pernah dilanda keputusasaan (Stress) .
Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut,
ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi sujud berguna untuk memompa getah
bening ke bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas otak menyebabkan
daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada
daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan
tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak.
Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi
wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan
kesehatan organ kewanitaan.
Gerakan sujud tergolong unik. Sujud memiliki
falsafah bahwa manusia meneundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih
rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi
(ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang di dalami
Prof. Soleh, gerakan ini mengantarkan manusia pada derajat
setinggi-tingginya. Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin,
pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada
saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah
mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen
yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan
kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.
Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang
cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidk akan memasuki urat saraf di
dalam otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut
memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah akan
memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah
diwajibkan dalam Islam.
Riset di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard
University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang
tak dikenalnya menyatakan diri masuk Islam setelah diamdiam melakukan riset
pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan
dalam shalat sekilas mirip gerakan yoga ataupun peregangan (stretching).
Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah.
Keunggulan shalat dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam shalat kita lebih
banyak menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari- jari kaki dan tangan.
Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk
otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga
telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang
menjadi kebanggan wanita.
Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya
tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa
dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut (rectus abdominis dan obliqus
abdominis externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta pinggang terangkat
melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan
lebih dalam dan lebih lama yang membantu dalam proses persalinan. Karena di
dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang
mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka
secara alami, otot ini justru menjadi elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan
tubuh dapat mengembalikan dan mempertahankan organ- organ perut pada tempatnya
kembali (fiksasi).
Sujud melatih otot punggung, lengan, paha, tungkai,
pinggang dan otot-otot perut. Dengan meningkatkan kekuatan otot tersebut, akan
membantu pencernaan dan mencegah penyakit yang berhubungan dengan usus. Sujud
sangat bermanfaat membantu penderita mag.
Gerakan menuju sujud juga menggerakkan persendian
yang dapat meningkatkan fleksibilitas dan membantu penyembuhan penyakit rematik
kronis. Sujud juga akan membantu memperbaiki aliran darah ke otak sehingga
memenuhi kebutuhan darah di otak yang kemudian dapat mencegah pikun (demensia),
gangguan susunan saraf pusat, dan vertigo.
f.
Duduk antara 2
sujud
Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar
keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah
terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan
sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga
pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki
dapat secara optimal menopang tubuh kita. Duduk setelah
sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’
(tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. pada saat
iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus
Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering
menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi
pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria
(prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi
seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy
dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian
relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan
kekuatan organ-organ gerak kita.
Gerakan
shalat ini sangat baik untuk meningkatkan ketenangan karena terjadi peregangan
otot-otot pinggang, paha, tungkai, otot dalam rongga perut dan otot dinding
perut. Hal ini mencegah gangguan tulang belakang seperti spondilo atrosis.
g.
Berdiri dari Sujud
Gerakan ini meningkatkan kekuatan otot-otot lengan, tangan, bahu, pinggang, paha dan tungkai bawah. Gerakan ini juga meningkatkan fleksibilitas persendian serta mencegah dan mengobati encok dan artristis.
Gerakan ini meningkatkan kekuatan otot-otot lengan, tangan, bahu, pinggang, paha dan tungkai bawah. Gerakan ini juga meningkatkan fleksibilitas persendian serta mencegah dan mengobati encok dan artristis.
h. Duduk
Tasyahud
Duduk tasyahud memberi efek peregangan dan relaksasi pada otot-otot pinggang dan perut bagian bawah, otot paha dan tungkai.
Duduk tasyahud memberi efek peregangan dan relaksasi pada otot-otot pinggang dan perut bagian bawah, otot paha dan tungkai.
i.
Salam
Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan
memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat
leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke
jantung.
Sholat Lebih Canggih dari Yoga “Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai
di hadapan pintu rumah salah seorang di antara kamu dan dia mandi di dalamnya
setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para
sahabat menjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada
badannya”. Lalu beliau bersabda : “Begitulah perumpamaan sholat lima waktu.
Allah menghapus segala kesalahan mereka”. (H.R Abu Hurairah r.a).
Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani
atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah. Belum lagi
manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti
mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah
yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup
mana yang lebih canggih dibandingkan tujuan hidup di jalan yang lurus, yaitu
jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh orang-orang shaleh seperti nabi dan
rasul.
Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman.
Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman.
Ajaran Muhammad begitu mulia dan ilmiah, beliau bukan
saja dokter ruhani tapi lebih dari itu, adalah seorang dokter modern.pemimpin
negara, pemimpin dunia dan akhirat,ahli strategi perang. Meski banyak orang
yang membenci,menghina,mencemooh (karena kebodohan dan ketidak tahuan
tentangmu) tapi itu semua tidak akan mengurangi kemuliaannya.
Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara
maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar
leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit
kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah. Setelah melakukan sujud, kita
melakukan gerakan duduk. Dalam shalat terdapat dua jenis duduk: iftirosy
(tahiyat awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir). Hal terpenting adalah turut
berkontraksinya otot- otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini terdapat
tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran
kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung
kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus
menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan
menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ
reproduksi di daerah perineum.
Pada
dasarnya, seluruh gerakan shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh
lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara
rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun
berlangsung dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar. Salam membuat peregangan otot-otot
bahu dan leher untuk mencegah dan mengobati pengapuran di leher.
Anantomi Gerakan Wudhu Menurut Pandangan Medis
1. Rahasia Jumlah Tulang Manusia dan Ritual Wudhu
Jumlah tulang manusia dewasa ada 206 ruas (Henry
Netter, 1906).Akan tetapi secara embriologis pusat penulangan semasa kehidupan
janin dalam kandungan itu ada 350-an pusat penulangan (Leslie Brained Arey,
1934), yang kemudian banyak pusat –pusat penulangan yang menyatu, membentuk
tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan itu dekat dengan bilangan hari dalam
satu tahun. Dalam kajian penulis, didapatkan adanya rahasia matematis tersebut.
Ada dua premis (dari hadits dan atsar) :
a. Apabila kamu ditimpa demam satu hari, kemudian kamu
bersabar, kamu akan mendapat pahala seperti ibadah satu tahun (Atsar dari Ali
bin Abi Thalib)
b. Tiap – tiap ruas tulang anak adam itu ada
sedekahnya setiap harinya (HR Bukhari Muslim, termasuk Hadits Arbain)
Dari dua premis tersebut dapat dihubungkan, bahwa
tubuh ini mengandung sejumlah tulang yang mendekati bilangan hari dalam
setahun. Tulang – tulang penyusun anggota wudhu jumlahnya tertentu,
dikalikan masing – masing dengan jumlah kali pembasuhan pada ritual wudhu, akan menghasilkan sama dengan bilangan keseluruhan jumlah tulang manusia.
dikalikan masing – masing dengan jumlah kali pembasuhan pada ritual wudhu, akan menghasilkan sama dengan bilangan keseluruhan jumlah tulang manusia.
Coba kita perhatikan jumlah tulang penyusun bagian –
bagian tubuh yang dibasuh saat wudhu :
a. Lengan dan
tangan : 30 buah
b. Tungkai dan
kaki : 31 buah
c. Wajah : 12
buah
d. Rongga mulut
dan hidung : 41 buah
e. Kepala : 12
buah
Bagian tubuh poin a – d dijumlahkan menghasilkan angka 114. Angka tersebut dikalikan 3 oleh karena pembasuhan waktu melakukan wudhu sebanyak 3 kali, menghasilkan angka 342. Poin e tidak dikalikan 3 karena memang hanya dibasuh 1 kali. Angka 342 dijumlahkan dengan 12, didapatkan angka 345, yakni sama dengan jumlah hari dalam 1 tahun hijiriyah, sekaligus sama dengan jumlah seluruh tulang manusia.
2. Wudhu dan Aliran Darah Perifer
Dalam hadits riwayat empat Imam (Imam Abu Hanifah,
Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad Hambali) diterangkan
“Sempurnakanlah dalam berwudhu dan gosoklah sela –
sela jari kalian...” perintah ini secara medis sangat bermakna. Mengapa sela –
sela jari yang disebut?, ternyata di bagian itulah berjalan serabut saraf,
arteri, vena, dan pembuluh limfe. Penggosokan daerah sela – sela jari itu sudah
barang tentu memperlancar
aliran darah perifer (terminal) yang menjamin pasokan makanan dan oksigen. Kita tahu berapa banyak pasien yang mengalami sumbatan aliran darah dan berakibat pembusukan jari – jari. Tidak jarang diantara mereka harus menjalani amputasi.
aliran darah perifer (terminal) yang menjamin pasokan makanan dan oksigen. Kita tahu berapa banyak pasien yang mengalami sumbatan aliran darah dan berakibat pembusukan jari – jari. Tidak jarang diantara mereka harus menjalani amputasi.
Selain itu, serabut saraf juga secara langsung
distimulasi oleh perbuatan kita menggosok sela – sela jari. Ujung jari sampai
telapak tangan adalah bagian yang paling sensitif, karena paling banyak
mengandung simpul reseptor saraf. Tiam 1 cm2 kulit di daerah itu, terdapat 120
– 230 ujung saraf peraba.
3. Titik – titik penting terdapat di Anggota Wudhu
Kita dapat memahami bahwa anggota wudhu yang dibasuh
adalah bagian – bagian tubuh yang biasanya banyak bersentuhan dengan dunia
luar. Bagian – bagian tersebut umumnya tidak tertutup pakaian, abhakan memang
menjadi alat kontak tubuh kita dengan lingkungan, sehingga paling banyak
mengalami kontaminasi (kotoran), dan oleh karena secara logis paling perlu
dibasuh. Inilah aspek higine dalam ritual wudhu.
Disisi lain, daerah ujung lengan (siku ke bawah) dan
ujung tungkai
(lutut kebawah) terdapat titik – titik penting dalam akupuntur. Seluruh organ bagian dalam memiliki lima buah titik penting apabila dilakukan stimulasi akam memperbaiki fungsinya. Beberapa gangguan fungsi organ juga bisa dinormalkan dengan cara menstimulasi titik – titik penting tersebut.
(lutut kebawah) terdapat titik – titik penting dalam akupuntur. Seluruh organ bagian dalam memiliki lima buah titik penting apabila dilakukan stimulasi akam memperbaiki fungsinya. Beberapa gangguan fungsi organ juga bisa dinormalkan dengan cara menstimulasi titik – titik penting tersebut.
“berwudhu dan gosoklah sela – sela jari kalian...”
perintah ini secara medis sangat bermakna. Mengapa sela – sela jari yang
disebut?, ternyata di bagian itulah berjalan serabut saraf, arteri, vena, dan
pembuluh limfe. Penggosokan daerah sela – sela jari itu sudah barang tentu
memperlancar aliran darah perifer (terminal) yang menjamin pasokan makanan dan
oksigen. Kita tahu berapa banyak pasien yang mengalami sumbatan aliran darah
dan berakibat pembusukan jari – jari. Tidak jarang diantara mereka harus
menjalani amputasi.
Selain itu, serabut saraf juga secara langsung
distimulasi oleh perbuatan kita menggosok sela – sela jari. Ujung jari sampai
telapak tangan adalah bagian yang paling sensitif, karena paling banyak
mengandung simpul reseptor saraf. Tiam 1 cm2 kulit di daerah itu, terdapat 120
– 230 ujung saraf peraba.
4. Ear Acupunture
Akupuntur telinga berkembang menjadi suatu cabang
spesialis kedokteran di China. Menurut ilmu akupuntur telinga adalah
representasi dari tubuh manusia. Bentuk telinga serupa dengan bentuk tubuh saat
masih berupa janin yang meringkuk dalam rahim ibu. Kepalanya adalah bagian
sering dipasan anting. Daerah lubang adalah rongga tubuh tempat tersimpanya
organ – organ dalam. Melakukan stimulasi seperti wudhu akan berpengaruh baik
terhadap fungsi organ dalam. Adapun lingkaran luar menggambarkan punggung.
Pemijatannya juga seakan – akan melakukan stimulasi daerah punggung dan ruas –
ruas tulang belakang.
Ilmu Brain Gym juga menjelaskan gerakan pasang
telinga. Caranya, telinga digosok – gosok sendiri dengan lembut, hingga timbul
warna kemerahan dan dirasakan dengan sensasi yang lebih hangat. Metode ini
menambah konsentrasi dan daya serap belajar anak disekolah. Akibatnya prestasi
juga meningkat. Sebaiknya anak – anak diajari untuk melakukan ini secara sadar,
saat memulai belajar, baik di sekolah maupun dirumah.